Subscribe:

Friday, September 2, 2011

Foto Pre-Wedding Bersama 'Hantu' | Zonabagus.com

Membuat foto-foto mesra menjelang pernikahan (pre-wedding) menjadi tren dalam beberapa tahun belakangan. Sentuhan kreativitas sang pengantin atau fotografer tak jarang melahirkan rangkaian gambar yang mengundang senyum dan decak.

Simak saja foto-foto pre-wedding pasangan kekasih asal California, Juliana Park dan Ben Lee. Gara-gara mengikutsertakan zombie atau hantu, foto-foto mereka menjadi perbincangan hangat di dunia maya beberapa waktu lalu.

Foto Pre-Wedding Bersama 'Hantu'

Foto Pre-Wedding Bersama 'Hantu'

Foto Pre-Wedding Bersama 'Hantu'

Foto Pre-Wedding Bersama 'Hantu'

Foto Pre-Wedding Bersama 'Hantu'


Sejak diunggah ke internet pertengahan bulan ini, foto-foto tersebut telah memancing ribuan orang untuk mengaksesnya. Menerima puluhan komentar dari mereka yang tergelak dan berniat menirunya.

Rangkaian foto-foto itu seolah berkisah tentang perjuangan mereka melawan hantu saat sedang bermesraan. Foto pertama memperlihatkan datangnya hantu dari belakang, diikuti foto saat si hantu mencoba menyerang, lalu sejumlah foto saat mereka berusaha mengalahkan si hantu dan akhirnya menang.

Konsep foto tersebut tak lepas dari buah pemikiran pasangan tersebut dan sang fotografer, Amanda Rynda. "Ben tidak ingin kehilangan rasa kejantanan dalam foto pertunangan. Mereka menginginkan konsep yang ekstrim," kata Rynda, seperti dikutip dari Daily Mail.

Mereka akhirnya sepakat meminta bantuan teman dekat untuk berperan sebagai hantu yang akan muncul di foto. "Calon pengantin itu meminta saya membuat gambar yang unik untuk pertunangan mereka. Saya senang foto-foto itu menuai banyak pujian dan memberi ide banyak orang," kata fotografer yang bekerja di Disney Animation Studios itu.

Sumber : http://kosmo.vivanews.com/news/read/243134-heboh-foto-pre-wedding-bersama--hantu-
READ MORE - Foto Pre-Wedding Bersama 'Hantu' | Zonabagus.com

Penetapan 1 Syawal Indonesia Ditertawakan Negara-negara Islam


VOA-ISLAM.COM Keputusan sidang itsbat Pemerintah RI yang menetapkan 1 Syawal jatuh pada hari Rabu 31 Agustus 2011, ditertawakan dunia karena nyeleneh dan menyelisihi keputusan negara-negara Arab yang berlebaran hari Selasa 30 Agustus 2011.
Hal itu diungkapkan oleh H. Djoko Susilo, Dutabesar RI untuk Switzerland dan Liechtenstein. Tanpa bermaksud mempersoalkan hasil sidang itsbat penetepan 1 Syawal 1432 H yang dilakukan Kemenag RI, Djoko mengatakan dirinya kesulitan menjawab pertanyaan dari para koleganya, dutabesar negara-negara anggota Organisasi Konferensi Islam (OKI).

“Sekarang kita ditertawaakan dunia. Saya susah sekali menjawab pertanyaan teman-teman sejawat dubes negara-negara OKI. Kita kok nyeleneh sendiri (melaksanakan Idul Fitri pada hari Rabu, ed.),” ujar Djoko kepada RMOL, Selasa, (30/8/2011).
Berbeda dengan Indonesia, hampir semua negara di kawasan Eropa dan Timur Tengah menggelar shalat Idul Fitri pada hari Selasa. Umumnya mereka menggunakan metode hisab atau perhitungan yang diperkuat dengan metode rukyat atau pengamatan kemunculan hilal. Penggabungan kedua metode ini membuat perhitungan mengenai awal bulan Syawal menjadi lebih akurat.

Untuk memuaskan si penanya, Djoko mengatakan bahwa penentuan tanggal 1 Syawal itu untuk Indonesia. Adapun masyarakat Indonesia yang berada di luar negeri diminta taat dan patuh pada keputusan Islamic Center setempat. Djoko khawatir banyak pihak di Indonesia yang terjebak pada pendekatan kuno di masa lalu. Sementara di Eropa, masyarakat umumnya percaya pada kemampuan teknologi. Toh, bukankah manusia sudah sampai ke bulan?

Mantan anggota DPR RI dari Partai Amanat Nasional (PAN) itu mengingatkan bahwa Islam terkait erat dengan iman, ilmu dan amal. Islam adalah agama yang mengagungkan ilmu pengetahuan sebagai bagian dari keyakinan akan ketauhidan Tuhan Yang Maha Kuasa.

“Jadi kalau sekarang sudah ada teknologi tinggi mestinya soal mengintip hilal ya pakai teknologi,” ujarnya lagi.

Di masa depan, Djoko berharap agar pemerintah melalui Kementerian Agama bersikap netral dalam penentuan 1 Syawal ini. Posisi pemerintah idealnya, menurut dia, adalah sebagai fasilitator yang tak perlu ikut campur tangan, apalagi memberikan stempel berupa keputusan.

“Sebaiknya hal seperti ini biar diurus MUI dan ormas Islam saja tanpa dicampuri birokrat. Ndak bagus kesannya,” pungkas Djoko.

Sebagaimana diberitakan voa-islam.com sebelumnya, terjadi perbedaan pendapat dalam penetapan 1 Syawal 1432 Hijriyah di tanah air, setelah Pemerintah dalam sidang itsbatnya menganulir hasil rukyat dan memutuskan Idul Fitri 1 Syawal jatuh pada hari Rabu (31/8/2011).

Tim rukyat Kementerian Agama (Kemenag) di Pantai Kartini Jepara dan Cakung Jakrta Timur, dalam kesakaian di bawah sumpah, menyatakan sudah melihat hilal pada Senin sore (29/8/2011), yang berarti Selasa sudah masuk 1 Syawal.

Hasil pantauan Tim Rukyat itu sesuai dengan pantauan Tim Rukyat di negara-negara Arab. Arab Saudi memastikan Hari Raya Idul Fitri atau 1 Syawal 1432 Hijriah jatuh pada hari Selasa, 30 Agustus 2011, karena pada Senin, (29/8/2011), hilal sudah terlihat.

Setelah Arab Saudi mengumumkan jatuhnya 1 Syawal 1432 Hijriah, negara-negara yang lain pun mengikutinya, di antaranya: Mesir, Uni Emirat Arab, dan Qatar. Beberapa negara tetangga seperti Malaysia, Singapura dan Brunei Darussalam juga berlebaran Selasa.

Sebagian umat Islam di tanah air belebaran Selasa karena mengikuti hasil rukyat –baik rukyat lokal maupun global– dan hisab. Kaum Muslimin yang berlebaran hari Selasa ini berbarengan dengan Arab Saudi dan dunia Arab lainnya. Beberapa kalangan yang berlebaran Selasa antara lain: Muhammadiyah, Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), Jama'ah Anshorut Tauhid (JAT), Front Pembela Islam (FPI), Majelis Mujahidin Indonesia (MMI), Jum'iyat An-Najat, Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Pesantren Gontor, dan sebagian warga Nahdlatul Ulama (NU) yang mengakui rukyat.

Sementara kalangan yang berlebaran Rabu 31 Agustus 2011 mengikuti keputusan pemerintah, antara lain Nahdlatul Ulama, PERSIS, Ahmadiyah, Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII), dan lain sebagainya. [ahana/rmo]


Menurut metode modern berdasarkan hitungan waktu secara tekhnologi :
Di Mekkah, Arab Saudi GMT +3
Di Jkt, Indonesia GMT+7
DI Arab lebih barat drpd di Indonesia.
Ini berarti Matahari bersinar lebih dulu di Indonesia dibanding Arab.
Tapi mengapa Indonesia yg lebih dulu munculnya bulan drpd Arab Saudi, namun Idul Fitrinya lebih belakangan di banding Arab Saudi ?
READ MORE - Penetapan 1 Syawal Indonesia Ditertawakan Negara-negara Islam

Tuesday, August 30, 2011

Warga Jakarta Mulai Padati Monas | Zonabagus.com




Warga Jakarta Mulai Padati Monas
Malam Lebaran di Jakarta
JAKARTA- Umat Islam di wilayah Jakarta, malam ini merayakan takbiran dengan berkeliling menggunakan truk, minibus, mobil pribadi maupun sepeda motor. Kumandang takbir pun berkumandang di beberapa ruas jalan.

Berdasarkan pantauan okezone, saat ini warga mulai memusatkan malam takbiran di kawasan Monumen Nasional (Monas). Kawasan tersebut mulai terlihat padat. Banyak warga yang ingin masuk ke dalam lokasi Monas.

Selain itu, ada juga yang hanya berkeliling mengitari patung kereta arjuna Monas. Mereka saling melempar petasan serta bertakbir. Kegiatan ini dijaga ratusan petugas kepolisian.


Walaupun himbauan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, melarang warga Jakarta untuk melakukan takbir keliling. Namun, hal tersebut tidak menghalangi niat  warga DKI Jakarta melakukan takbir keliling ini yang sudah menjadi tradisi setiap tahunnya.

"Namanya juga tradisi,setiap tahun selalu takbir keliling, jadi tidak mungkin tradisi ini di tiadakan," kata Sulaiman salah satu warga Jakarta kepada okezone, Monas Jakarta Pusat, Selasa (30/08/2011).

Hal ini juga terlihat diberbagai wilayah di DKI Jakarta, seperti di Bundaran Hotel Indonesia, Kemayoran, Senayan dan sekitarnya. Takbir keliling ini juga membuat lalu lintas mengalami kemacetan.
READ MORE - Warga Jakarta Mulai Padati Monas | Zonabagus.com

Jus Sirsak Kelapa Muda | Zonabagus.com




Jus Sirsak Kelapa Muda
Jus Sirsak Kelapa Muda
Setelah menikmati beragam hidangan penuh lemak, tinggi kalori, dan banyak mengandung gula dan garam. Kini saatnya pencernaan Anda dibersihkan dengan jus buah yang segar dan menyehatkan. Tingginya serat di dalam jus sirsak akan mengikat kelebihan lemak dan garam dari dalam saluran pencernaan. Jua buah juga kaya vitamin dan mineral yang akan menjaga kesehatan tubuh pasca lebaran.

Bahan:
300 gr daging buah sirsak
100 gr daging kelapa muda
60 gr manisan rumput laut
4 sdm susu kental manis
150 gr es batu
60 ml air es
3 sdm madu

Cara Membuat:
1. Masukkan daging buah sirsak, daging kelapa muda, madu, rumput laut, susu kental manis, air es dan es batu ke dalam tabung blender. Proses hingga lembut. Angkat.
2. Tuang jus ke dalam gelas saji. Hidangkan segera.

Untuk 3 Porsi
Tips: Sajikan segera jus sesaat setelah dibuat agar rasa dan nilai gizinya dalam kondisi baik.
READ MORE - Jus Sirsak Kelapa Muda | Zonabagus.com

Tato Hiasi Tubuh Syahrini? | Zona Bagus.com




Syahrini
Syahrini
Karier keartisan Syahrini sedang menanjak. Seiring dengan popularitasnya tersebut, Syahrini semakin sering menjadi sorotan. Bahkan, Syahrini sempat membuat heboh saat foto-foto seksinya beredar di internet. Kali ini, foto Syahrini kembali menghiasi halaman dunia maya.

Tetapi, bukan dengan pose seksinya. Melainkan foto di mana pelantun 'Aku Tak Biasa' ini sedang tampil menyanyi. Memang tak ada yang istimewa dalam penampilan menyanyi Syahrini yang mengenakan atasan berwarna putih dan celana panjang tersebut.

Yang membuat foto ini menarik perhatian adalah ketika baju Syahrini sedikit terangkat, terlihat tato menghiasi bagian bawah perut sebelah kiri. Di dunia maya, foto ini mengundang komentar.

Saat ditanyakan ke manajernya, Rani, apakah Syahrini memiliki tato di bagian perutnya? Manajer sekaligus adik Syahrini ini tak mau berkomentar. Ia tak membantah maupun mengiyakan.

"Maaf ya, saya mewakili Syahrini enggan berkomentar soal itu. Maaf sebelumnya," kata Rani sedikit kesal saat dihubungi VIVAnews, Selasa, 23 Agustus 2011.




Syahrini
Syahrini


Sumber : Vivanews
READ MORE - Tato Hiasi Tubuh Syahrini? | Zona Bagus.com